Mbah's profileAdthmo Come from Setaram...PhotosBlogListsMore Tools Help

Adthmo Come from Setaraman

Custom HTML

October 11

Laskar Pelangi

Lirik Lagu Laskar Pelangi OST. Laskar Pelangi - Nidji

mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya...

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia
August 22

Aku ingin pulang...

Pulang

kenangan terentang bagai lukisan terpanjang
tak pernah bertepi selalu ada dan menggoda
bagai tergurat
direlung hati

dan takan ku tahan sekarang ku harus pulang
aku rindu ibu di bawa ayah dan suasana yang ada
yang pernah singgah

terbayang-bayang perhatikan kamarku
mulai dari sepatu bola bututku
gambar mantan pacaryang tak jemujemu
memandang kosong ruangan yang dulu
pernah bercerita cinta yang membara
seserunya kita lupa kita buta kita hampir saja

kalo kamu punya niat pulang
kamu harus banyak membawa uang
biar ayah senang untuk bayar hutang
berdua datang segera meminang
kalo kamu ingin ikut denganku
kamu harus mandi terlebih dahulu
biar badan kamu tak menjadi bau
dan aku tak mau dengan teman lamaku

Dik Doank
August 07

Sebuah Kisah Klasik

Sebuah Kisah Klasik
Eross

Jabat tanganku
Mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu

Peluk tubuhku
Usapkan juga air mataku
KIta terharu seakan tiada bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kerna hari ini yang kan kita rindukan
Di hari nanti
Sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kerna waktu ini yang kan kita banggakan
Di hari tua…. Ohh

Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik
Untuk masa depan

Mungkin diriku
Masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku
Masih haus sanjungan kalian

July 21

Pendakian Puncak Gede

Wegah ngedit...
mung njupuk critane wae...
^-^

***********************************************************************************************************************

Sent by Ibnu Susilo
Content : Original without editing
Note : Pls contact admin for broken image link

Tidak ada orang yang kalah,
Semua perjuangan yang dilakukan pasti memberikan hasil.
———————————————————————————————-
“Hah, gila apa ?!! kamu mau naik gunung malam - malam, yang bener aja. Aku sampe nggak habis pikir dengan apa maumu. Coba lihat, gunung yang kau hadapi itu adalah Gunung Gede, gunung dengan trek menanjak sepanjang perjalanan. Lhah emang kamu kuwat apah ?? apalagi kamu membawa peserta cewe, mereka bakalan drop sebelum nyampe… lagipula kamu berangkat hari sabtu trus pulangnya hari minggu. mana sempat kamu melakukan pendakian ???”
————————————————————————-
Matahari sudah tinggi, kulihat jam yang ada di hape jadulku, sekarang sudah menunjukkan jam 1 siang, wah bakalan telat aku. Aku bergumam sendiri sembari mempercepat langkahku. Tepat di lokasi LGITIN semua peserta sudah berkumpul, untunglah, ternyata aku masih ditunggu kedatangannya. Tidak ditinggal gara-gara terlambat.

“absen dulu sebelum Berangkat, Oke !”
“Ibnu & Agusti ?” “Hadir pak”jawabnya serempak
“Mbah moko ?” “ha yo luweh” jawabnya sekenanya
“Anton dan Noor, ada nggak ?” “saya ikut pak” sambil datang dengan tergopoh - gopoh
“Intan, Novi, Reni, Siap ?” ” Siap Grak”jawabnya kompak
“Adin ?” “OK, siap berangkat”
“Tejo, Riki, Tri Wahyudi, kemana mereka kok belum kelihatan ?” ” itu pak, lagi packing barang bawaan, mereka lagi membagi beban”
“Hari kumbang, siap kang ?” “siap …”sambil mbenerin fotonya

Semua peserta sudah lengkap termasuk aku, sebelum berangkat seluruh kru berdoa dulu. Kemudian melakukan foto - foto narsis mereka didepan LGITIN tercinta. Hari itu hari sabtu 24 Mei 2008. Sesuai dengan yang direncanakan bahwa hari ini adalah keberangkatan mendaki gunung Gede. Cukup lumayan juga, janjian kumpul jam 12.00 telah sukses berat (molornya) karena berangkat nya jam 14.00 teng.

Keren juga ternyata atribut yan dipakai oleh mas - mas kru ini. Mas Ibnu misalnya, berangkat menggunakan kalos loreng ala madura. Tri, Adin dan Moko sudah siap dengan topi rimbanya. Saudara Anton sudah siap dengan topi gunungnya. Sutejo dan Riki menggunakan kaos petualang, emang dikau petualang sejati bro. Noor Rakman, berdandan persis tukang parkir pasar atom, pasti sudah berniat menyembunyikan identitas ya mas. Kang Hari siap dengan fotonya, sudah mirip wartawan kelas atas. Agusti dengan ikat kepala batiknya, mirip penunggu gunung Sumbing. Sedangkan 3 dara wanita berdandan seperti halnya mau jalan ke Mall, cakep banget (HAH !!!). Aku sendiri terlihat seperti orang sakit, memakai jaket tebel banget, padahal perjalanan belum dimulai. Daripada nanti ribet, mendingan sekarang saja ribetnya.
Perjalanan menuju Cibodas melalui rute Jonggol, Cariu dan Cikalong. Dari Cikalong kemudian memotong jalur ke taman bunga yang nantinya akan langsung menuju Cipanas. Itu katanya tim survey pencari SIMAKSI dulu. Aku sendiri sih tidak terlalu memperhatikan rute jalan karena emang tidak tahu jalan. Daripada nanti dikatai “Sok Ateng” yang penting bagiku sih nyampe tujuan dengan selamat. Perjalanan yang menyenangkan itu memakan waktu sekitar 4.5 jam. Belum apa - apa juga Ibnu dan Hari sudah dilanda mabuk darat ketika mencapai Cikalong, Halah ada – ada aja mas – mas itu. Gimana mau naik gunung kalo di jalan sudah mabuk.

Tapi nggak pa pa, itu tidak menyurutkan semangat untuk tetap melanjutkan impian menuju Puncak Gede. Akhirnya sampai juga di pintu Cibodas jam setengah 6, aku istiahat sejenak untuk memulihkan tenaga beserta sholat. Satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu MAKAN. karena aku tahu bahwa medan yang akan kami hadapi ini pastilah akan sangat berat. untuk itu makan menjadi satu hal yang wajib untuk dikerjakan sebelum naik (kalo ndak, dosa !!)
Berangkat mulai jam 8 malam. Beneran nih, jam 8 malem. Dingin, jalan menanjak tetapi berkeringat. Pendakian ke puncak dimulai dari pos pemeriksaaan, mas Ibnu dan mas Agusti masuk ke kantor Polhut Perhutani, sedangkan aku dan teman – teman yang lain menunggu di luar. Setelah urusan administrasi beres, dilanjutkan dengan jalanan yang menanjak. Posisi jalan pun diatur sedemikian rupa sehingga bisa saling menjaga jika ada sesuatu yang tida diinginkan. Di depan ada mas Tri dan Sutejo sudah tidak diragukan lagi petualangannya dengan alam. Keduanya menjadi penunjuk jalan dalam pendakian ini dan sesekali membimbing orang – orang yang dibelakang untuk menanjak. Di sektor tengah ada aku beserta Reni, Novi dan mbak Intan yang dipandu dengan mas Riki dan Anton serta mbah Moko. Sedangkan di bagian belakang secara berurutan ada mas Hari, Adin, Agusti, Noor Rakhman dan yang paling belakang ada Mas Ibnu. Mas Ibnu dan mas Noor harus rela ditempatkan di belakang karena keduanya juga petualang alam yang kuat juga. Keduanya dijadikan sweeping jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.
Pendakian diawali melalui hutan tropis yang sangat indah (indah apanya, wong gelap … hiii, syeereemm) dan melewati telaga biru, kemudian sampailah di shelter pancayangan, dimana di shelter ini merupakan pertigaan antara ke air terjun Cibereum dan pos Kandang badak. Lambat laun pendakian menemukan ritme tersendiri, entah dirasa atau tidak bahwa setiap 15 menit perjalanan selalu dilakukan break karena medan yang menanjak dan udara yang dingin. Benar - benar tim yang kompak. Aku sendiri juga tidak menyangka bahwa akan melakukan perjalanan pendakian di malam hari.

Setelah melakukan perjalanan hampir sekitar 3.5 jam dengan berkeringat dingin, jalur pendakian akan melewati aliran air panas. Melewati aliran air panas semuanya dengan antusias melepas alas kaki termasuk aku. Kan sayang kalo sepatuku basah. Lagian kalau sepatuku basah, nanti kakiku bias lecet ndak karuan, malah nanti ndak bias jalan. Jadi penghambat deh dalam tim. Kami para pendaki berhati-hati karena selain harus melewati air panas, kami juga akan melewati pinggir jurang. Meski juga di sepanjang jalur air panas sudah disediakan tali baja sebagai pengaman dari pihak pengelola TNGP. Ketika melewati air panas ini, pendaki yang berkacamata (Kang Hari dan Mas Ibnu ituh) harus melepas kacamata karena uap panas dapat mengembun di kacamata, sehingga para pendaki tidak dapat melihat sama sekali. Sesekali aku mencelupkan kaki ke air, panas bener memang, tetapi kalo dicelupkan sedikit serasa memijit kaki. Wooo nikmatnya. Di ujung aliran air panas, aku menyempatkan diri duduk beristirahat sambil menunggu teman – teman yang lain menyeberangi aliran air panas. Yang terakhir, mas Ibnu sudah terlihat berarti perjalanan siap untuk dilanjutkan.
Lolos dari aliran air panas, perjalanan dilanjutkan ke kandang batu. Namanya juga kandang batu, sudah dapat dibayangkan bahwa medan yang akan dilalui adalah berbatu. Berbatu sekaligus menanjak, tenagaku benar - benar terkuras disini. dari awal tertulis bahwa jarak yang akan ditempuh menuju kandang badak sekitar 3.2 KM, sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Sampai pada akhirnya ditemukan lokasi kandang badak. Saat itu jam menunjukkan pukul 02.00. Di kandang badak ini sudah banyak tenda – tenda kemah berdiri. Rupanya sudah ada yang sampai di lokasi ini sejak tadi sore. Wooohh capek banget, perjalanan dihentikan, semuanya menggelar tikar, tenda, matras, plastik atau apapun untuk alas tidur. Ya tidur, setelah ber jam - jam berjalan rasa capek yang amat sangat, yang saat ini dibutuhkan adalah tidur meski hanya 1 - 2 jam.
Semua kru terlelap, hingga jam 3 pagi kabut pegunungan pun turun. Dingin menyerang dan beberapa orang mulai terserang kram. Mas Ibnu bangun terlebih dahulu karena tidak kuat menahan kram di kakinya, disusul dengan mbah Moko dengan sarung antiknya. Tidak lama kemudian, Agusti yang meraung - raung tertawa (padahal kakinya kram juga), kontan saja kenyamanan tidur jam 3 pagi menjadi terganggu. Semua terkena sindrom dingin yang sangat hebat. Disusul kemudian Tri, Sutejo, dan Riki yang terbangun karena raungan Agusti. Benar - benar dingin memang. Inisiatif dari temen - temen, memasak dan minum jahe akan meringankan beban dingin yang dirasakan. Semoga.

Alarm hape mas Ibnu menunjukan pukul setengah 5 pagi. waktunya berkemas untuk melanjutkan perjuangan menuju puncak Gede. Setelah bergantian sholat, langsung dilanjutkan berkemas dan berangakat pukul 5 pagi teng.

Naik sedikit dari Kandang Badak, jalan akan bercabang yaitu ke kanan menuju puncak Gunung Pangrango dan ke arah kiri menuju puncak Gunung Gede. Menuju puncak Gunung Gede harus mendaki lagi selama 2 jam, Fisik benar-benar di tantang mencapai batas. Setelah 1 jam perjalanan dari kandang badak aku menemukan tanjakan yang dinamakan tanjakan setan, ada sebagian pendaki memberi nama tanjakan rantai. Tanjakan ini merupakan tanjakan yang cukup terjal, sekitar 85 derajat ke arah vertikal. Sehingga kami hampir seperti memanjat tebing. Namun lagi-lagi para pendaki tidak perlu khawatir karena sudah diberi pengaman yang berupa tali baja. Dari tanjakan setan ini kita dapat melihat pemandangan gunung panggrango yang menjulang indah. Sungguh luar biasa alam Indonesia. Puas sekali aku bias menaklukkan tebing ini, padahal sebelumnya aku sempat ragu apakah aku bisa.

Setelah melewati tanjakan setan, tanjakan terasa semakin berat karena fisik semakin lelah. Namun tantangan ini akan terbayar setelah kita mencapai kawah. Di mana terbentang panorama alam nan indah dan dinding kaldera kawah aktif Gunung Gede dapat terlihat secara jelas. Puncak Gunung Gede memiliki pemandangan alam amat indah. Ahhh benar – benar pengalaman yang cukup menyenangkan dan menegangkan.

Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bahwa aku pernah menginjakkan kaki di Puncak Gunung Gede. Melihat Gunung Gede dan kalderanya, Puncak gunung Pangrango terlihat dengan begitu jelas benar- benar bayaran yang sangat pantas atas perjuanganku semalaman.

Berfoto – foto ria dengan teman – teman, sementara sebagian yang lain menuju puncak kaldera untuk melihat alun – alun surya kencana.

3 dara wanita yang kemarin telah bersiap jalan ke Mall ternyata kesasar juga ke puncak Gunung Gede. Reni, Novi dan mbak Intan tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya ketika mencapai puncak Gunung Gede.

Beberapa teman melanjutkan perjalanan ke Puncak kaldera. gugusan batu yang sangat artistik terbentang di depan mulut kawah Gunung Gede.


Perjuangan dan pengalaman yang sangat luar bisa. Benar - benar tidak akan terlupa bahwa aku pernah menapaki puncak Gunung Gede. Hari sudah semakin siang, waktunya kami berkemas untuk pulang.

Perjalanan pulang pun sudah bisa ditebak, karena jalan yang dilalui pada siang hari terlihat lebih menyenangkan. Tidak seseram malam hari. Sampai di kaki bukit dan melaporkan telah kembali, jam menunjukkan pukul setengah enam sore. Di bawah, Cibodas, beberapa teman membeli oleh – oleh untuk di rumah kemudian segera pulang. Aku sendiri sudah merasakan capek luar biasa dan segera tidur di mobil. Besok masih harus kerja dan masuk Pagi !!!
—————————————————————————————————————————–

Hari masih pagi, tetapi kaki masih terasa pegal – pegalnya
Jam kerja belum dimulai, aku mulai membuka email
Tertarik aku pada sebuah subyek “ Sukses Gunung Gede” Cepet banget orang ini ngirim nya. Disitu tertulis :

>Comment : Sukses Gunung Gede

Terima kasih kepada teman – teman yang telah mengantarkan saya mencapai Puncak Gunung Gede. Sebuah impian yang telah terpendam selama 2.5 tahun terakhir ini sejak pertama kali menjejakkan kaki di bumi Bekasi. Walaupun secara tidak sadar kalian telah saya hasut habis – habisan untuk mengantarkan saya kesana, tetapi kalian melakukannya dengan senang hati. Sekali lagi Terima kasih.
Pertanyaan selanjutnya : kapan kita kemana ?

Dassaaarrrr …. Ggrrhhhh ……


Live must go on..

Dari blog sebelah..
patut untuk direnungkan..
*************************************************************************************************************

Kehidupan

 

Dalam kehidupan ini kita harus bisa belajar dari penglaman. Kita juga tidak bisa hanya mengambil satu dari kata bahagia dan sedih, meskipun kita tidak menyukainya kita tetap harus menjalaninya. Itu merupakan konsekwensi dari sebuah "Kehidupan". Begitu juga dengan kata-kata lain seperti baik-buruk, susah-senang dll. Kita tidak bisa mengeleminasinya, tapi kita bisa menjadikannya sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan selanjutnya.

Pengalaman merupakan sebuah cara bagaimana kita menjadi lebih baik dalm kehidupan selanjutnya. Seperti kata didepan, pengalaman bahagia juga bisa dijadikan pandangn untuk masa depan, begitu juga saat kita sedih.Ada pepatah mengatakan, biarkan masa lalu berlalu, kita sambut masa depan yang lebih baik. Tafsir dari sepenggalan kalimat diatas sangatlah sederhana yang intinya bagaimana kita menjadi lebih baik di masa depan. Memang kita tidak dapat menghapus masa lalu. Kita harus dapat menerima masa lalu tersebut. Namun bagaimana bila masa lalu yang tidak baik atau jelek atau buruk terulang kembali?

Haruskah kita menerimanya lagi? Andaikan yang terulang merupakan masa-masa yang menyenangkan, indah dan bahagia itu tidaklah masalah, namun bagaimana bila sebaliknya?

Jawabannya kita harus menyikapinya secara arif dan bijaksana. Berpeganglah pada keadaan sekitar serta faktor-faktor sekitarnya. Mungkin itulah jawaban yang paling bijak.

Kunci yang lain adalah ikhlas. Sebuah kata2 yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Ikhlas dari hati. Itulah hal yang paling sulit untuk kita capai. Beberapa orang menggolongkan ikhlas merupakan ilmu yang paling tinggi tingkatannya dibanding dengan beberapa kata yang lain, seperti sabar, menerima dll. Kadang kita hanya bisa berucap dan bertindak sesuai dengan omongan kita. namun sudah ikhlaskah hati kita. Hanya kita dan Yang Maha Tahu yang mengerti. Ikhlas juga tidak bisa serta merta kita dapat. Itu melalui beberapa macam tingkatan, dan setiap tingkatan tentu ada ujiannya. Sekarang bagaimana kita untuk mendapatkannya? Salah satunya kita harus mulai belajar sabar, mungkin suatu saat nanti kita bisa mencapai tahap ikhlas.Sedangkan ikhlas berasal dari hati. Hati bukanlah milik kita. Rasa di hati kita berasaldai kehendak Yang Maha Berkuasa. Kadang kita ingin ikhlas tapi hati kita yang tidak memungkinkan. Hendaknya kita belajar untuk lebih mendekatkan diri kita pada Yang Kuasa. Gantungkanlah hidupmu hanya pada-Nya. Maka hidupmu akan lebih bahagia.

Kesimpulannya.

1. Terimalah masa lalu sebahai pengalaman yang paling berharga.

2.Jadikan Ikhlas dan sabar sebagai kunci untuk mencapai kehidupan  yang lebih bahagia.

3. Dan jangan lupa untuk mendekatkan diri pada-Nya.

Takdir memang sudah ada, tapi jga tergantung bagaimana kita menyikapinya.

seperti blog dibawah ini Takdir Sebagai Kambing Hitam





 
Photo 1 of 4
No list items have been added yet.

Mbah Marijan

Occupation
Location
Interests
Seseorang yang hanya menginginkan hidup lebih baik, more better live. Namun hanya pada Yang Diataslah semuanya kupasrahkan semuanya, Samng pemilik hati dan alam ini.
No list items have been added yet.